Irwan Prayitno: Jangan Sampai Pemberi Kenyamanan Berubah Menjadi Sumber Ketidakamanan


Padang – Apel besar ini bisa kita maknai sebagai ajang silaturahim dalam rangka memperkuat nilai-nilai keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat Sumatera Barat. Kami pemerintah provinsi Sumatera Barat, baik itu kab/kota memang tidak akan bisa berperan maksimal di dalam menjaga stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara, tanpa adanya keterlibatan dan peran serta baik itu dari unsur penegak hukum yakni TNI, POLRI, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat budaya serta organisasi kemasyarakatan yang ada di Sumatera Barat ini. Untuk itu memang sangat dibutuhkan keterjalinan sinergitas antara pemerintah dengan semua unsur dan elemen di masyarakat untuk dapat bahu-membahu mewujudkan stabilitas keamanan dan ketertiban di Sumatera Barat ini. Kenapa hal ini menjadi penting? Karena memang keamanan dan ketertiban serta ketentraman adalah sebuah hak asasi manusia yang perlu dan ada di dalam diri kita. Oleh sebab itu hadirnya pemerintah sebagai stabilitator berkepentingan dan bertanggung jawab penuh untuk ketertiban dan keamanan masyarakat. 

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat ketika memberikan sambutan pada acara Apel Gabungan Lurah/ Kades, Walinagari, Babinkamtibmas, Babinsa dan Ketua KAN se-provinsi Sumatera Barat dalam rangka deteksi dan cegah dini di tingkat kelurahan/desa/nagari di Aula Gedung Rang Kayo Basa Kamis Pagi, (31/5). Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Prov. Sumbar, Kapolda Sumbar, Ketua KAN. LKAAM, serta perwakilan Bupati/Walikota se-Sumatera Barat.

Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan bahwa suksesnya pembangunan di suatu daerah akan sangat bergantung kepada tingkat stabilitas dan keamanan daerah tersebut. Untuk itu keamanan dan ketertiban tersebut memang adalah suatu keniscayaan yang mesti terwujud di tengah-tengah masyarakat kita. Keamanan dan ketentraman adalah salah satu unsur pendukung bagi masyarakat untuk terus berkarya baik itu untuk dirinya sendiri maupun untuk masyarakat banyak. Karena bagaimanapun apabila ketentraman dan keamanan tidak tercipta, bagaimana mereka mau berpikir, mau berusaha dan bekerja? Kalaupun bisa, maksimalnya pekerjaan tersebut tidak akan tercapai dengan baik. Hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap keinginan dan ketertarikan para pengusaha dan investor untuk dapat menanamkan modal di wilayah Sumatera Barat ini. Apabila tidak adanya jaminan untuk keamanan dan keterntraman di daerah kita, saya bisa pastikan para pengusaha dan investor asing tersebut akan enggan untuk menanamkan modalnya di Sumatera Barat, meski kita dianugerahi sumber daya alam yang baik dan melimpah.

Lebih lanjut Irwan Prayitno menyampaikan bahwa perlunya sinergi dan kebersamaan di antara stakehoder untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban ini, jangan sampai terjadi adanya konflik-konflik di antara kita sebagai stakeholder dalam mewujudkan hal tersebut. Ini akan berdampak tidak baik bagi perwujudan keamanan dan ketertiban tersebut, bahkan jangan sampai kita sebagai sumber pemberi kenyamanan bagi masyarakat, malahan nantinya akan menjadi sumber ketidakamanan dan ketertiban bagi masyarakat sendiri. Hal tersebut juga akan membentuk opini dari masyarakat bahwa kita sebagai aparat pemberi keamanan dan ketertiban masyarakat, malah membekingi sesuatu hal yang tidak baik. Yang membuat keresahan terjadi di masyarakat. Namun alhamdulillah, rasanya di daerah kita Sumatera Barat, hal tersebut tidak terjadi dan mudah-mudahan ke depannya jangan sampai terjadi istilah-istilah demikian. 

Keadaan keamanan di Sumatera Barat sebenarnya secara umum berada tingkat aman dan baik. Ini sesuai dengan data Kapolda, dimana disebutkan Provinsi Sumatera Barat adalah provinsi yang relatif aman. Jika dilihat dari penegakan hukum di setiap lini, dapat kita lihat bersama, bagaimana prestasi-prestasi kita dalam menangkap jaringan-jaringan narkoba dan hal-hal kriminal lainnya yang cukup baik. Namun tentu tidak semua, kita juga dihadapkan kepada beberapa masalah yang cukup pelik di dalam menegakkan hukum dan keadilan di sumatera barat. Salah satunya adalah dengan masalah Tanah. Dimana tanah di Sumatera Barat ini kepemilikannya dan statusnya berbeda dengan daerah-daerah lain di indonesia . Tanah di Sumatera Barat adalah tanah ulayat atau tanah kaum, dimana sejatinya tanah tersebut tidak boleh diperjual belikan, namun seperti yang kita lihat bersama, banyak terjadi hal-hal yang memang tidak sesuai, dimana tanah tersebut banyak diperjual belikan tanpa persetujuan dari pihak-pihak yang mestinya ikut terlibat mengelola tanah tersebut. Untuk itu peran KAN maupun LKAAM dan tokoh-tokoh masyarakat, adat sangat kita minta untuk dapat selalu memantau hal-hal tersebut kemudian berkoordinasi dengan pihak pemerintah untuk dapat memprosesnya.

 [humasprov]

About beritapkssumbar

Mengabarkan Kiprah PKS
This entry was posted in Irwan Prayitno. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s