Irwan Prayitno: Petani Tak Perlu Perjuangkan Hak, Program Ada, Mari Bekerja Bersungguh-sungguh


Limapuluh Kota – Di Sumatera Barat, tidak perlu lagi perjuangan petani dalam menuntut keinginannya, karena Pemprov Sumbar telah menyalurkan berbagai program dan kegiatan untuk kesejahteraan petani, tinggal bagaimana petani itu mau bersungguh-sungguh untuk mensejahterakan hidupnya. Selain 60 persen penduduk Sumatera Barat ada pada usaha pertanian dan lebih dari 24 persen PDRB Sumbar datang dari sektor pertanian. Namun kita memang tidak menutup mata bahwa kesejahteraan petani belum memadai dan sebahagian besar mereka tergolong masyarakat miskin.

Ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno dalam acara Hari Lahir ke-14 Serikat Petani Indonesia (SPI) di Jorong Sibaladuang Nagari Sungai Kamuyang Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu siang (15/7). Hadir dalam kesempatan tersebut Utusan Presiden RI Bidang Kemasyarakatan dan Pengentasan  Kemiskinan, HS. Dilon, Ketua SPI Pusat, utusan petani beberapa negara, Bupati Alis Marajo, Ketua SPI Sumbar, Ketua La Via Campesina, Kadis Pertanian Ir. Djoni, dan beberapa SKPD di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota.

Lebih jauh Irwan Prayitno menyampaikan, walaupun berbagai program tersebut telah tersedia, jika tidak ada semangat masyarakat petani ingin berubah, maka semua itu akan sia-sia. Yang diperlukan sesungguhnya ada tekad dan kesungguhan diri petani itu untuk berbuat dan berkarya dalam mensejahterakan hidupnya.

Saat ini pemprov Sumbar sedang menggalakan pemanfaatan lahan-lahan kosong dan terlantar yang data sementara sekitar 21.000 Ha. Untuk itu kita telah menyediakan bibit-bibit gratis membantu masyarakat, bagi lahan-lahan yang kurang air khusus untuk usaha perkebunan.

Bagi lahan-lahan yang memiliki sumber air, kita juga memprogramkan pembangunan irigasi dan program cetak sawah baru untuk 2000 ha. Dan untuk diketahui pembiayaan APBD program bidang pertanian pada tahun sebelumnya hanyalah 2 persen, tapi sejak tahun 2011 lalu kita telah naikan menjadi lebih dari 6 persen, jumlah ini merupakan terbesar dari pemerintah provinsi lainnya, ungkapnya.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, persoalan HGU dalam pergub Sumbar, telah menyatakan bahwa bagi HGU yang telah berakhir masanya, maka semuanya akan dikembalikan kepada masyarakat. Jadi tidak ada istilah untuk diperpanjang.

Tugas pemerintah pada dasarnya adalah untuk mensejahterakan masyarakat, termasuk masyarakat petani secara berkelanjutan. Selain itu kita juga perlu mengembangkan pemakaian pupuk-pupuk organik untuk menjaga kesehatan dan kelestarian alam, sehingga kondisi tanah dan lahan dapat berproduksi secara alamiah dan menyehatkan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap bersama-sama petani memajukan usaha pertanian di Sumatera Barat menuju masyarakat tani yang sejahtera, mandiri dan merdeka, tegasnya.

Utusan Presiden Bidang Kemasyarakatan dan Pengentasan Kemiskinan HS. Dilon dalam kesempatan tersebut menyampaikan, kita mendukung program pembaharuan agraria, agar para petani kita dapat berusaha dan bekerja dengan tenang.

Dan pemerintah mendukung dan membantu hak-hak petani melalui pelaksanaan pembaharuan agraria. Dan saat ini kita amat mendukung program penanaman dengan pemanfaatan pupuk organik untuk mensejahterakan petani.

Setelah dari Sumbar ini, saya merasa optimis bahwa, di daerah ini telah mampu mewujudkan TRISAKTI pertanian, yakni terpenuhinya lahan yang cukup, hasil yang berlimpah dan membawa kesejahteraan petani, ujarnya. [humasprov]

About beritapkssumbar

Mengabarkan Kiprah PKS
This entry was posted in Irwan Prayitno. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s