Irwan Prayitno: Kita Kurang Bersyukur Jika Menyia-nyiakan Energi Panas Bumi


Jakarta – Dalam acara diskusi panel tentang geothermal yang berjudul energi baru terbarukan dan konservasi energi conference and exhibition (EBTKE Conex) di Jakarta Convention Center (18/7), Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan keprihatinannya atas lambatnya perkembangan eksploatasi panas bumi di Indonesia. Setelah 30 tahun sejak Kamojang pertama kali muncul, baru ada 1200 MW dari potensi yg diperkirakan sebesar 29.000 MW, yang merupakan 40% dari potensi dunia. Indonesia adalah negara terbesar di dunia yang memiliki potensi panas bumi. Tetapi ironisnya, baru 2% yang digunakan sebagai sumber energi dari panas bumi ini utk pembangkit listrik. Sedangkan program pemerintah pengadaan 10.000 MW tahap I dan 10.000 MW tahap II tidak akan tercapai kalau tidak ada terobosan-terobosan baru untuk itu.
 
Irwan Prayitno yang ikut membidani Undang-Undang Panas Bumi ketika menjadi Anggota DPR sangat prihatin dengan hal ini. Irwan menyatakan, “Ini masalah mindset. Maaf kalau kita lihat dari sisi agama, kita ini sebetulnya kurang bersyukur terhadap karunia Tuhan. Potensi sedemikian besarnya, disia-siakan begitu saja. Energi panas bumi itu sudah disediakan oleh Tuhan jauh sejak sblm kita lahir. Tidak akan habis. Tidak merusak merusak lingkungan. Uang yg akan dipakai Investor pun juga bukan uang negara. Tidak ada cost recovery seperti eksploatasi minyak dan gas bumi. Yang akan diuntungkan juga kita semua, rakyat Indonesia. Terus kenapa kok terkesan dipersulit dan diperlambat izinnya? Itu sama saja dengan memperlambat kesempatan rakyat kita utk menikmati kesejahteraannya”.
Gubernur Sumbar kemarin juga menyatakan bahwa Provinsi Sumbar diharapkan bisa jadi Sumber Energi Hijau termasuk energi air, angin, laut, biomass disamping potensi panas bumi yang cukup besar. Dengan proses perizinan melalui satu pintu yang diterapkan di Sumbar, diharapkan bisa menarik lebih banyak lagi investor masuk ke Sumbar.
 
Sementara itu menurut Dirjen EBTKE, Kardaya Warnika ketika diskusi panel hari pertama, jika kondisi penggunaan energi saat ini masih dilakukan seperti ini terus, diperkirakan 2019 kita akan murni jadi importir energi. Karena energi fosil kita akan habis dengan peningkatan kebutuhan akan energi listrik yang meningkat terus. Bank Indonesia sekarang sedang menyiapkan green banking untuk mendukung investasi di sektor EBTKE ini. Krn masih banyak bank yang masih ragu-ragu akan resiko untuk mendukung investasi di sektor EBTKE ini.
 
Panas Bumi sering dikatakan sebagai energi masa depan. Tetapi Surya Darma yang juga hadir di acara EBTKE Conex ini memberikan sedikit koreksi: Energi masa kini  dan juga masa depan. Karena kalau dikatakan hanya energi masa depan, kapan mau dipakainya?
 
Di samping itu Kompas edisi  Rabu 18 Juli 2012 hal.17 memuat: Energi dengan BBM 28%, Gas 23%, Batubara 40%, Panas Bumi 2% dan Air 7%. Harga pokok penyediaan listrik dengan BBM sekitar 35-40 sen Dollar per kWh, dengan Panas Bumi masih 9,7 sen dollar per kWh. Menteri ESDM, Jerowacik menyatakan mendukung 1000% EBTKE pada pidato pembukaan, dan akan segera menaikkan harga pokok untuk panas bumi menjadi 10 sen dollar per kWh utk Sumatera hingga 17 sen dollar per kWh seperti di Papua.
Herman Darnel DEN (Dewan Energi Nasional) dalam presentasinya menyatakan bahwa utk EBTKE juga bisa diminta (ada) subsidi ke Pemerintah seperti perlakuan terhadap Minyak dan Gas Bumi. Dasar Undang-Undangnya sudah ada. Jika tidak, maka subsidi BBM itu yang harus segera dikurangi agar ada fairness antara energi dengan BBM dan energi dengan Panas Bumi.
[nof/dep]
 

About beritapkssumbar

Mengabarkan Kiprah PKS
This entry was posted in Irwan Prayitno. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s