Irwan Prayitno: Bantuan Nelayan Tiku untuk Kurangi Kemiskinan dan Pengangguran


Agam  – Gubernur Sumatera Barat memberikan bantuan PUMP perikanan tangkap untuk KUB Nelayan sebesar Rp1,3 Milyar, ini diberikan kepada 13 Kelompok dan masing-masing menerima Rp100 juta perkelompok nelayan. Ini dalam rangka pengentasan kemiskinan di Kabupaten Agam, Kecamatan Tanjuang Mutiara-Tiku, Sabtu (24/11). 

“Itu adalah program pemerintah baik secara nasional dalam rangka mensejahterakan masyarakat pesisir serta program mengurangi kemiskinan dan pengangguran,” ungkap Irwan Prayitno ketika Sosialisasi Mitigasi Bencana dan Pencemaran di Kabupaten Agam.

Lebih lanjut Gubernur menguraikan, bantuan ini dipergunakan untuk membeli kapal, sampan, mesin tempel, pancing dan lain-lain serta perbaikan kapal dan operasional ke laut dan juga bekal ke laut.

Sedangkan dana pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) perikanan budidaya juga mendapat bantuan Rp520 Juta untuk 8 kelompok pembudidaya, ini dapat digunakan untuk membeli benih, pakan ternak, dan perbaikan konstruksi kolam.

Disampaikan Irwan, sosialiasi metigasi bencana dalam rangka mencegah terjadinya korban apabila ketika terjadi bencana. Di samping itu kita juga memberikan bantuan atau paket-paket untuk nelayan pesisir, dan juga kepada murid SD berupa buku bacaan tentang bencana.

Daerah pesisir rawan terhadap tsunami, Pemprov dengan Kabupaten Agam juga telah mengusulkan ke pusat membuat 300 buah shelter. Gedung-gedung akan kita jadikan shelter.  Kalau di sekitar lokasi tempat tinggal belum ada shelter carilah tempat ketinggian.

Untuk itu, ini perlu peran Walinagari, Camat, dan Kelompok Siaga Bencana dalam memberikan sosialisasi sehingga kalau bencana itu datang masyarakat sudah tahu mau lari ke mana.

Menyangkut bantuan yang diberikan oleh pemerintah sesuai pula dengan program provinsi dalam rangka pensejahteraan masyarakat pesisir pantai, bahkan 1400 kelompok setiap tahunnya kita berikan bantuan. Ditegaskan Irwan, bantuan ini untuk memotivasi guna mendapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya.

Bantuan yang diberikan, agar kepada yang menerima menjalankannya dengan serius, kita tak akan berubah apabila nelayan/petani tidak sungguh-sungguh, ujarnya.

Hadir pada acara tersebut, Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang diwakili oleh Ir Ismail, MAP, Bupati Agam yang diwakili Asisten Pembangunan Eldizen MS, Kadinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Ir Yosmeri, para kelompok nelayan, dan tokoh masyarakat Tiku.

Ikut memberikan Sambutan Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, dikatakannya kita ketahui daerah pesisir juga rawan bencana, justru itu menjadi ancaman untuk kelangsungan hidup mereka.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana di wilayah pesisir dan pulau pulau kecil berupa, pertama pemetaan potensi bahaya kerentanan dan resiko bencana di wilayah pesisir, kedua penyusunan rencana strategis, rencana zonasi, rencana pengelolaan dan rencana aksi pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang membuat aspek mitigasi bencana, ketiga konservasi dan rehabilitasi ekosistem pesisir, dan keempat peningkatan kapasitas aparatur baik pusat maupun daerah serta masyarakat melalui sosialisasi penyadaran dan pelatihan mitigasi bencana.

Kesemua itu diperlukan keterpaduan perencanaan dan aksi dari semua pemangku kepentingan. Semoga menjadi penguatan kapasitas pemerintah/pemda dan masyarakat dalam mitigasi bencana di wilayah pesisir pantai, ungkapnya.

Kabupaten Agam saat ini sedang menyusun protap mitigasi bencana yang berkerjasama dengan Kogami yang nantinya melahirkan Ranperda Mitigasi Bencana, kata Bupati Agam yang diwakili  Asisten Pembangunan Eldizen. Ditambahkannya, dengan memperhatikan kondisi pesisir pantai Agam yang berupaya memperbaiki kondisi sosial ekonomi pada tahun 2012 dialokasikan dana PUMP sebesar Rp1,8 milyar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Bantuan ini mendorong peningkatan produksi dan pemberdayaan pembudidayaan ikan dan nelayan dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Kadinas Kelautan dan Perikanan Yosmeri saat diwawancarai wartawan menyampaikan, dengan adanya bantuan peralatan yang selama ini masih melakukan dengan secara tradisional, dengan adanya bantuan nelayan dapat digunakan untuk beli mesin tempel, perahu dan lainnya. Sehingga hasil tangkapnya akan maksimal.

Dikatakannya, bantuan untuk nelayan pesisir di Sumatera Barat Rp15,2 milyar, ini merupakan bukti keseriusan pemprov dalam mensejahterakan nelayan pesisir. Dan kita berharap kepada kelompok yang sudah menerima bantuan agar dipergunakan dengan sebaik-baiknya, tegas Yosmeri. [humasprov]

About beritapkssumbar

Mengabarkan Kiprah PKS
This entry was posted in Irwan Prayitno. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s