Dianggap Berhasil dalam Penanaman Pohon, Gubernur Sumbar Akan Terima Penghargaan dari Presiden


Paninggahan – Pelaksanaan Singkarak Go Green yang dipusatkan di Paninggahan Solok ini merupakan upaya penghijauan di lokasi Danau Singkarak yang merupakan daerah tangkapan air Danau Singkarak untuk mengolah lahan kritis agar mampu menjadi ekonomis. Di lokasi ini ada 18.000 ha lahan kritis di sekitar Danau Singkarak. 

Ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno dalam sambutannya pada acara Singkarak Go Green, memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia Tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2012, di Paninggahan Kabupaten Solok, Minggu (25/11). Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan, Kasdam Bukit Barisan, Danrem 032 Wirabraja, Kapolda, Bupati Solok, Wakil Walikota Solok, Wakil Walikota Sawahlunto, Kadis Kehutanan, dan Kepala Biro Humas.

Lebih lanjut Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan, banyak problema yang mendera Danau Singkarak dan kawasan di sekitarnya, yakni rendahnya kemampuan lahan menyimpan air pada saat hujan, dan sebaliknya saat kemarau permukaan rendah serta terjadi pencemaran limbah domestik.

Kemudian pengelolaan danau yang tidak berkelanjutan dapat menimbulkan berbagai persoalan antara lain bencana kematian ikan, pencemaran, banjir, kekeringan dan berpotensi memicu konflik sosial masyarakat.

Sejalan dengan upaya penanaman pohon pada lahan-lahan kosong di lokasi ini, TNI melalui Korem 032 Wirabraja telah berkomitmen membantu pemerintah daerah dengan menginisiasi gerakan penanaman pada lahan-lahan kosong di sekitar Danau Singkarak. Gerakan ini dilakukan selama 4 tahun dan telah dimulai pada tahun 2012, diharapkan selesai pada tahun 2015 mendatang, ungkapnya.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, sepanjang tahun 2011 sampai Januari 2012 telah tertanam pohon sebanyak 37.268.676 batang. Sedangkan kondisi terakhir sampai Oktober 2012 telah tertanam lebih kurang 24 juta batang.

Target pada Januari 2013 mendatang kami dapat melebihi target penanaman tahun-tahun sebelumnya dengan mendorong peran aktif TNI, Polri, Swasta, Organisasi Peduli Lingkungan, ormas pemuda, ormas wanita, petani dan segenap komponen masyarakat lainnya.

Di Sumatera Barat telah diberikan hak pengelolaan hutan nagari, seluas lebih kurang 1.738 ha dan sejak setahun yang lalu Pemprov telah mengusulkan sebanyak 8.000 ha calon lokasi hutan masyarakat, tinggal menunggu penetapan areal dari Menteri Kehutanan. Tahun ini kami juga mendorong fasilitasi pengembangan hutan masyarakat dan nagari dengan target luasan 50.000 ha, ujarnya.

Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan dalam kesempatan tersebut menyampaikan, laju kerusakan hutan di Indonesia mulai menurun secara drastis dengan adanya gerakan menanam pohon. Di tahun 1998 laju kerusakan hutan di Indonesia mencapai 2 juta hektare pertahun, dan semakin meningkat di tahun 1999 menjadi 3,5 juta hektare.

Dampak nyata dari kerusakan hutan pun telah dirasakan masyarakat yakni berupa bencana ekologi, di antaranya banjir bandang, kabut asap, pemanasan global, dan punahnya flora fauna endemik. Untuk itu masyarakat diminta benar-benar menjaga hutan, dan menghentikan aktivitas perladangan berpindah dan pertambangan di areal hutan. Masyarakat dapat menikmati kekayaan hasil hutan tanpa harus  merusaknya, di antaranya dengan memanfaatkan getah karet dan pinus, ujarnya.

Zulkifli Hasan juga mengatakan, sejak dicanangkan pada tahun 2010 lalu, program penanaman 1 milyar pohon telah berjalan sukses. Pada tahun 2010 penanaman pohon telah mampu mencapai 1,3 miliar batang, dan meningkat di tahun 2011 menjadi 1,5 miliar batang. Di tahun 2012 diharapkan terus meningkat.

 

Kesuksesan program penanaman pohon 1 milyar telah mampu menekan laju kerusakan hutan khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera. Saat ini laju kerusakan hutan tinggal 300 hektare per tahun. Diperkirakan 25 tahun mendatang kondisi Indonesia akan hijau kembali, harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan RI menyerahkan penghargaan kepada Bupati Solok, Wako Sawahlunto, Bupati Tanah Datar, tokoh masyarakat dan elemen pendukung Gerakan Menanam Pohon di Sumatera Barat yang berhasil. Dan pada tanggal 28 November mendatang Gubernur Sumatera Barat akan diberi Penghargaan oleh Presiden RI pada Acara Hari Puncak Menanam Pohon tahun 2012. [humasprov]

 

About beritapkssumbar

Mengabarkan Kiprah PKS
This entry was posted in Irwan Prayitno. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s