Irwan Prayitno: Dakwah Tidak Hanya Syiar, Tapi Seharusnya Mampu Mengubah Seseorang Menjadi Lebih Baik


pembekalanmubaligh2012Padang – Tujuan berdakwah bukan saja sebagai syiar agama, akan tapi bagaimana dakwah tersebut mampu mengubah seseorang untuk menjadi lebih baik. Karena itu perlu dakwah yang terus menerus dan berkesinambungan dengan pelajaran secara bertahap, sehingga makna perjuangan dakwah itu menjadi suatu berkah dan memiliki hikmah bagi setiap orang yang mendengarkan.

Ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno dalam acara Pembekalan ABS-SBK kepada Da’i/ Mubaligh Angkatan II se-Sumatera Barat tahun 2012, Senin (4/12). Hadir juga dalam kesempatan tersebut Kepala Biro Binsos Drs. H. Jefrinal Arifin, MM, Kabag Agama Eko Faisal, S. Kom, MM, Nara Sumber dan 56 orang peserta.

Lebih lanjut Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan,  Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tetap berkomitmen terhadap pembangunan nilai-nilai keagamaan di daerah ini. Ada banyak persoalan yang mampu diredam atau diperbaiki dengan pembangunan nilai-nilai keagamaan ini antara lain, konflik yang terjadi antar kampung dan nagari, persoalan kebiasaan dan perbedaan budaya masing-masing daerah maupun persoalan yang tumbuh karena kurangnya nilai-nilai agama pada masyarakat tersebut.

Dapat dimaknai masyarakat suatu tempat yang masjid selalu ramai, menandakan pertumbuhan ekonomi, kesajahteraan dan pendidikan masyarakat di daerah itu telah maju. Ramainya orang ke masjid menandakan ketentraman dan hubungan sosial kemasyarakat berjalan sangat baik dan harmonis.

Sebaliknya di suatu daerah yang masjidnya sering sepi atau amat jarang diisi dengan kegiatan keagamaan, juga memperlihatkan bahwa masyarakat di daerah tersebut hidup dalam kemiskinan dan melarat dalam pengetahuan nilai-nilai keagamaan yang sesungguhnya mampu menjadi solusi dalam memajukan kesejahteraan mereka. Maka pembangunan nilai-nilai keagamaan juga salah satu program penting dalam pembangunan pemberantasan kemsikinan di Sumatera Barat, ungkapnya.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, dalam kondisi kekinian ada orang yang membenturkan antara adat dan budaya dengan agama. Jika melihat secara jernih kita perlu menempatkan adat dan budaya pada posisi yang pas.

Di mana adat dan budaya hanya bersifat  sektoral, sementara agama bersifat universal.  Oleh karena itu memperlakukan adat dan budaya mesti pada tempat yang tepat dan jika dihadapkan pada nilai-nilai agama tentulah berada di atas nilai-nilai adat dan budaya.

Menempatkan adat dan budaya pada tempatnya merupakan upaya pembangunan bentuk identitas diri masyarakat yang berkembang secara baik di daerah itu yang secara vertikal mengacu pada nilai-nilai ajaran agama.

Jadi pembekalan ABS-SBK bagi Da’i/ Mubaligh merupakan bagaimana ajaran agama itu diterapkan  secara baik dan benar, melalui adat dan budaya yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat, sehingga kewajiban dan larangan agama itu, mampu memperbaiki atau mengarahkan adat dan budaya seiring dengan ajaran agama.

Contoh, di arab seseorang pakai sorban adalah budaya, bagi kita sorban bukan budaya, maka pakai sorban itu bukanlah merupakan hal terpenting dalam budaya kita, akan tetapi sholat lima waktu, berzakat, dan lain-lainnya itu kewajiban agama yang mesti ditaati setiap umatnya, tegasnya.

Kepala Biro Binsos Jefrinal Arifin dalam kesempatan tersebut menyampaikan, kegiatan pembekalan ABS-SBK kepada Da’i/Mubaligh se-Sumatera Barat ini, bagaimana mengembangkan syiar agama Islam secara harmonis dan dinamis sesuai dengan adat dan budaya di Sumatera Barat dengan filosofi ABS-SBK.  Kegiatan ini juga bermaksud memberikan masukan dan meningkatkan kompetensi diri setiap Da’i/Mubaliqh di Sumatera Barat dalam memberikan dakwah dan pengajaran keagamaan bagi masyarakat.

Sehingga jika pemahaman dan karakteristik adat budaya mampu diserap oleh Da’i / Mubaligh kemudian dilakukan pengajaran agama secara simpati tentu akan memberi arti, dakwah agama menjadi inspirasi kebaikan bagi semua orang, harapnya.

Peserta pembekalan ABS-SBK ini diikuti oleh utusan kabupaten/kota se-Sumatera Barat yang pada angkatan II ini berjumlah 56 orang. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari (3-5 /12), dan materi-materi diberikan oleh para nara sumber yang ahli dibidangnya. [humasprov]

About beritapkssumbar

Mengabarkan Kiprah PKS
This entry was posted in Irwan Prayitno. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s